20 cara tuhan memelihara kita
merangkum 50 ayat Alkitab tentang keluarga yang bisa menjadi renungkan bersama di rumah. Yuk, disimak! 1. Ayat Alkitab tentang keluarga yang harus menjaga dan mengasihi satu sama lain. Sebagai umat Kristiani, sudah seharusnya kita saling mengasihi satu sama lain, terlebih lagi dalam keluarga. Tuhan menghendaki adanya
Dalamkitab perjanjian lama, kita melihat bahwa kekayaan lebih identik dengan kepemilikan akan harta benda yang melimpah yang terjadi atas orang pilihan Tuhan seperti Abraham (Kejadian 17-20), Yakub (Kejadian 30-31), Yusuf (Kejadian 41), Raja Yosafat (2 Tawarikh 17:5) dan banyak orang yang diberkati oleh Tuhan dengan kekayaan.
Oleh Pdt. Yusak Timothy, Pendahuluan Harapan saya seusai mendaras tulisan ini Ia bisa lebih lagi mengenal Allah yang berdaulat dalam pemeliharaan-Nya terhadap barang apa ciptaan sekali lagi umat sortiran-Nya. Karena sepengetahuan saya selama puluhan musim ini, providensia Allah yakni semua hal yang baik yang dialami manusia bagaikan ciptaan Almalik, sudah terujikah pendapat ini atau belum ? Momen inilah waktunya untuk mencari jawaban nan tepat melalui tulisan ini. 1. SAKIT DAN CACAT. Jika Allah “bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi di dunia dan mengacungkan segala situasi kepada harapan yang ditetapkan-Nya, dan jika ajaran tentang penjagaan berhubungan dempang dengan ajaran tentang penciptaan serta menyatakan bahwa Allah selain dalam proteksi-Nya juga senantiasa mempertahankan, memperbaharui dan mengaturnya.”1 Adv amat bagaimana dapat terjadi hal-hal yang buruk atas diri bani adam yang diciptakan-Nya, sama dengan sakit, rendah, korban kejahatan, aniaya, kematian dan enggak-lain. Bila peristiwa – hal tersebut menjangkiti manusia, bolehkah manusia meragukan pemeliharaan Allah atas diri mereka ? “Kisah Bea cukai Logsdon nan menderita penyakit kanker jenis langka dan rasa nyeri menggerogoti badannya selama 9 musim lamanya sekali lagi rasa sakit di telinganya seperti deru mesin pesawat yang tak pernah berhenti siang dan malam yang menyebabkan kamu intim tak bisa tidur, hingga terlintas di pikirannya untuk basmi diri, makanya sebab engkau tak lagi boleh tahan terhadap sakitnya itu dan akhirnya ia menghembuskan nafasnya karena problem tersebut terus menggerogotinya.”2 “Kisah seorang bayi yang dilahirkan karena kurang zat makanan saat privat perut ibunya, menyebabkan anda sehabis lahir ketika berusia 8 wulan sering merangsang janjang yang berdampak ia menderita epilepsi. Ternyata ki aib tersebut mendampinginya hingga ia bertumbuh menjadi sendiri remaja di tahun 1972 dan perian itu ia berkesempatan mengunjungi sebuah pos Sekolah Pekan atas ajakan seorang kongsi. 4 tahun kemudian remaja tersebut yang mutakadim bertumbuh menjadi pemuda diberikan kembali kesempatan makanya Tuhan Yesus bikin mengajuk sebuah retreat/camp pemuda di Cipanas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemuda dari gereja dimana ia cerbak beribadah setiap minggunya. Plong camp perjaka inilah kesudahannya sang pemuda tersebut mengamini Halikuljabbar Yesus Kristus misal Juruselamat dan Allah internal hatinya, tapi Roh kudus menggerakkannya tidak karena khotbah pembicara melainkan dikarenakan pembacaan satu ayat Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab yaitu Matius 1231b, “Segala dosa dan fitnah cucu adam akan diampuni, tetapi hujat kepada Roh kudus tidak akan diampuni.” Singkat introduksi setelah perjaka tersebut menjadi insan Kristen terus berperang intern doanya di hadapan Almalik Yesus akan penyakit epilepsi ini, akhirnya penyakit pitam babi ini dijamah maka itu Tuhan Yesus sesudah bergelut 22 tahun lamanya. Kisahnya adalah saat tahun 1996 sang pemuda yang mutakadim berfamili ini mengikuti kebaktian doa pagi secara tetap setiap pagi di gereja tempat ia beribadah, dalam puji-pujian pagi ini bukan lagi ia mendoakan penyakitnya / kejadian-kejadian pribadi tapi ia kian mengfokuskan untuk menzikirkan orang lain seperti kegiatan gereja, negara kembali peladenan dan bilamana itulah sesuai Roma 828 mendatangkan kebaikan bakal dia malah tahun 2000 sesudah keadaan kesembuhan itu TUHAN bingkis dia ke Sekolah Teologi untuk diperlengkapi.3 Belumlah patut sekiranya cerita berikut tidak diikut sertakan, karena kisah ini koneksi dialami oleh keluarga Fred dan Wendy. Mengisahkan putrinya yang bernama Jaime yang menderita keterbelakangan mental sejak lahir dan setakat engkau berusia 19 masa pun belum kunjung sembuh, suatu musim saat ibunya, Wendy, menyatakan dengan lembut pada Jaime putrinya “Ibu sayang kamu” , lalu esoknya ia meninggal dengan antap ketika ia menengah tidur. “4 Berasal ketiga keadaan tersebut, sebagai anak adam yang terbatas saat menghadapi kejadian di atas, seringkali terungkap berpangkal hati yang terdalam, mengapa saya/kami dan tak sira ? Saya kan sosok baik-baik, mengapa lain perampas / penyamun nan rajin keluar/ikut kurungan itu ? Mengapa harus saya ? Namun herannya saat kamu diberkati dengan luar formal, tak perikatan dia bertanya seperti saat beliau mengalami kejadian buruk melainkan dengan egoisnya ia berkata ” sudah seharusnya saya dan keluarga dan tak dia yang diberkati, saya teko orang baik-baik, saya kan sosok yang cinta Tuhan” dan tidak wasilah ada manusia yang mau menerima hal-hal yang buruk, sepatutnya kita bercermin pada Ayub nan bernas mengatakan “Halikuljabbar yang memberi, Allah yang mencekit, terpujilah Sang pencipta.” Ayub 121b. Ayub memberikan ungkapan di atas karena ia memiliki signifikasi nan dimiliki Agustinus juga “bahwa segala sesuatu dipelihara dan diperintah oleh niat Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik.”5 Jika apa sesuatu dipelihara dan diperintah oleh kehendak Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik, segala apa yang menyebabkan masih banyak umat Kristiani yang mengeluh dan bersungut-sungut seperti umat Israel di padang padang pasir, supaya sudah diberikan manna dan daging puyuh ? 2. MAKNA MEMEMUHI KEPERLUANMU. Ayat ini amat digemari banyak umat Kristiani di banyak tempat “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” .Fil. 419. Namun banyak umat Kristiani ada yang mengalami juga ada yang tak mengalami ayat tersebut di atas. Bagi yang tak mengalami perlu introspeksi tentunya, terserah atau bukan fragmen yang belum kita bikin kerumahtanggaan hidup ini ? TUHAN selalu menepati taki puas umat-Nya seperti Ia memelihara umat Israel di padang gurun, 40 waktu kasut dan pakaian mereka tak pernah rusak. Ul 295 karena Allah lain sangkut-paut membiarkan dan pergi mereka Ibr 135b malar-malar raja Daud di tahun tuanya berkata “Dahulu aku cukup umur, saat ini sudah lalu menjadi tua, semata-mata tidak pernah kulihat orang bermoral ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-mohon roti” Mazmur 3725.Sepanjang lebih berasal 40 tahun saya menjadi Kristen, saya selalu dipelihara TUHAN dan tak pernah IA tinggalkan saya, adakalanya memang saya merasakan se-akan-akan TUHAN tinggalkan, hingga saya tidak mengalami janji Firman di atas, begitu saya duduk tenang dan introspeksi rupanya ada kesalahan yang sudah saya lakukan, meski saya masih melayani di Gereja namun, sikap saya terhadap Yang mahakuasa suka-suka yang kurang berkenan pada tahun itu. Begitu saya membetulkan sikap yang kurang berkenan tersebut, TUHAN buru-buru buka jalan dan asian-Nya. Saya dibesarkan dalam batih apa adanya, namun berkat dan pemeliharaan Allah selalu mencukupi kebutuhan setiap bulannya, kadangkala Halikuljabbar memberkati saya lewat darah dan kemampuan yang Tuhan karuniakan plong diri saya, ibarat ideal setiap tahun 2 x selalu ada moment masa raya orang Tionghoa, dan saya dimampukan bisa menjual kue tahun raya tersebut dan mencukupi saya melewati kebutuhan sehari-masa saya dan kadang ada pasangan di gereja nan akan menikah tapi tidak mau repot, saya bantu mereka urus Catatan Sipil ijab kabul mereka dan dari danau saya terima biaya pengganti lejar dan ongkos saya sekadarnya dan boleh menerobos hari selama 20 periode setakat saya menyerahkan diri menjadi hamba-Nya secara purna musim. “Setelah selesai dengan ciptaan-Nya nan mula-mula, Tuhan melanjutkan dengan membudidayakan ciptaan-Nya internal dan menerobos proses-proses kehidupan nan dibangun-Nya di internal ciptaan tersebut. Biar proses-proses itu beroperasi seorang, mereka masih bergantung senantiasa puas pemeliharaan Almalik. Pada tingkat ini Tuhan membiarkan hujan turun atas khalayak-individu nan benar maupun yang tidak moralistis. Dalam situasi-hal yang terjadi dengan teratur dan teguh ini pun ada arti teologisnya, karena Sang pencipta bekerja melaluinya lakukan mengirimkan cucu adam-orang kepada pertobatan dan persemakmuran dengan diri-Nya”6 Misal sosok terbatas kadang rekata kita nanang, kalau saya lakukan ini dan itu akan mengagungkan TUHAN tentunya, akhir-akhir ini saya diingatkan akan kisah Gideon, yang cundang musuhnya Midian namun dengan bala 300 anak adam sahaja dapat cundang puluhan ribu orang. Jauh lebih baik mengikuti maunya TUHAN yang tak pernah salah terbit pada segala apa nan kita pikirkan dan banyak salahnya. Sejak di Perjanjian Lama, Ulangan 155-6, Tuhan sudah berpetaruh, dengar-dengaran proporsional Almalik “Asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara Sang pencipta, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada waktu ini” “Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, cuma engkau koteng tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak nasion, semata-mata mereka tidak akan menguasai engkau.” AMIN. 1 Bruce Milne, Mengenal Kebenaran, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 2000 hlm. 115. 2 Luis Palau, Dimanakah Allah Momen Peristiwa Buruk Terjadi ? Bandung, LLB- 2001, hlm. 131-132. 3 Yusak Timothy, kesaksian, Jakarta, Bulletin GKJMB No. 8, April 2000, hlm. 21,24. 4 Luis Palau, “Dimanakah Allah ketika peritiwa buruk terjadi,” Bandung, Tulangtulangan Literatur Baptis, 1999, hlm. 55 5 Louis Berkhof, Doktrin ALLAH, Jakarta, Bagan Reformed Injili Indonesia, 1993, hlm. 312 6 William Dyrness, Tema-tema intern Teologi Perjanjian Lama Malang, Yayasan Penerbit Gandum Mas – 2001, hlm. 58-59.
Tidakselalu mudah untuk kita memahami cara Tuhan memelihara hidup kita. Itu juga yang dirasakan tokoh-tokoh di Alkitab. Misalnya para patriakh, dan Yusuf! (Kej. 12:10-20, 20:1-18; juga Ishak di 26:1-34). Memang seringkali kejadian itu juga karena ulah mereka yang kurang beriman.Namun, Tuhan menyertai dan melindungi mereka dari orang-orang
RENUNGAN Mazmur 5522 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah Tuhan senantiasa menjaga dan memelihara kita. Ada berbagai cara Tuhan dalam menjaga dan memelihara kita… ¤ Tuhan memberi kemudahan dan kelancaran dalam urusan kita agar kita meyakini bahwa Tuhan baik dan berkuasa. ¤ Pada saat lain, Tuhan tidak memberi kemudahan, tetapi justru Dia mengijinkan kita berada dalam situasi sulit agar kita tetap bersandar kepada Dia. ¤ Pada saat tertentu kita berada dalam situasi seolah kita sendirian agar kita datang kepada Dia untuk mempererat tautan hati kita dengan Dia. Agar kita sadar bahwa kita butuh Tuhan. ¤ Terkadang kita berada dalam perasaan tidak aman dengan lingkungan kita agar kita berlindung kepada Dia… bahwa di dalam Tuhan saja kita tenang, aman dan nyaman. ¤ Sering Tuhan memberi kepada kita tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan harap-harapkan. Hal ini dimaksudkan agar kita meyakini bahwa Tuhan yang mengendalikan hidup kita secara total. Di samping itu kita diingatkan bahwa tidak selamanya apa yang kita pikirkan itu baik buat kita… justru kata Tuhan ada yang lebih baik dan Dia yang tahu apa yang terbaik bagi kita. ¤ Kita sering merasa dilupakan orang, bahkan mungkin kita dipersulit dan dikecewakan oleh sahabat sendiri. Hal ini dimaksudkan agar kita bertumbuh dalam kerendahan hati. Kita juga diingatkan bahwa Tuhan sajalah yang tak pernah mengecewakan kita. Tuhan sahabat sejati kita. Bagaimana situasi kita masing-masing saat ini? Apapun situasi kita, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah melakukan pembiaran terhadap kita. Serahkanlah segala bentuk kekhawatiran kita kepada-Nya. Tuhan akan senantiasa menjaga dan memelihara anak-anak-Nya sehingga tidak goyah… tetapi tetap teguh dan kokoh. Selamat bekerja. Selamat ujian. Selamat beraktifitas. Selamat melayani. Tuhan menyertai dan memberkati kita dalam setiap situasi. Amin. Salam dan doa, Alamta Singarimbun-Bandung Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus Campus Chappel di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya Comments comments
Damaisejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Berikut ini gambar ayat Filipi 4:6-7 untuk anda, Filipi 4:13. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. Berikut ini gambar ayat Efesus 5:20 untuk anda, Amsal 28:20.
Maka dari itu Pdt. Yusak Timothy, Pendahuluan Maksud saya seusai membaca goresan ini Anda dapat lebih pun mengenal Allah nan berdaulat dalam pemeliharaan-Nya terhadap segala ciptaan lagi umat sortiran-Nya. Karena sepengetahuan saya selama puluhan tahun ini, providensia Allah yakni semua hal yang baik yang dialami manusia sebagai ciptaan Halikuljabbar, sudah terujikah pendapat ini atau belum ? Saat inilah waktunya lakukan mencari jawaban nan tepat melalui gubahan ini. 1. SAKIT DAN Adv minim. Jika Allah “bekerja n domestik apa sesuatu yang terjadi di dunia dan mengincarkan apa hal kepada tujuan yang ditetapkan-Nya, dan jika ajaran akan halnya pemeliharaan bersambung erat dengan ajaran akan halnya penemuan serta menyatakan bahwa Yang mahakuasa selain dalam pemeliharaan-Nya kembali senantiasa mempertahankan, memperbaharui dan mengaturnya.”1 Lalu bagaimana dapat terjadi hal-peristiwa yang buruk atas diri manusia yang diciptakan-Nya, seperti sakit, invalid, korban kejahatan, aniaya, mortalitas dan lain-lain. Bila hal – hal tersebut menghampiri manusia, bolehkah manusia menyangsikan pemeliharaan Sang pencipta atas diri mereka ? “Kisah Bea cukai Logsdon yang menderita kebobrokan kanker jenis langka dan rasa guncangan menggerogoti badannya selama 9 tahun lamanya sekali lagi rasa nyeri di telinganya seperti deru mesin pesawat yang tidak pernah mengetem siang dan malam yang menyebabkan ia damping tak bisa tidur, sampai terlintas di pikirannya lakukan bunuh diri, oleh sebab anda tidak lagi dapat tahan terhadap sakitnya itu dan kesudahannya anda menghembuskan nafasnya karena penyakit tersebut terus menggerogotinya.”2 “Kisahan seorang bayi nan dilahirkan karena abnormal zat makanan saat dalam kandungan ibunya, menyebabkan ia setelah lahir ketika berusia 8 bulan gelojoh erotis tinggi nan berdampak engkau menderita pitam babi. Ternyata masalah tersebut mendampinginya hingga ia bertumbuh menjadi seorang remaja di waktu 1972 dan tahun itu ia berkesempatan mengunjungi sebuah pos Sekolah Minggu atas ajakan seorang kawan. 4 tahun kemudian remaja tersebut nan sudah bertumbuh menjadi jejaka diberikan lagi kesempatan oleh Halikuljabbar Yesus kerjakan mengikuti sebuah retreat/camp teruna di Cipanas nan diselenggarakan makanya Persen Teruna dari gereja dimana sira bosor makan beribadah setiap minggunya. Puas camp pemuda inilah balasannya si pemuda tersebut menyepakati Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Almalik n domestik hatinya, tapi Roh Lugu menggerakkannya enggak karena syarah penceramah melainkan dikarenakan pembacaan suatu ayat Firman Halikuljabbar yang tertulis dalam Alkitab yaitu Matius 1231b, “Segala dosa dan hujat anak adam akan diampuni, tetapi hujat kepada Usia Nirmala tidak akan diampuni.” Singkat kata sesudah pemuda tersebut menjadi orang Serani terus bergumul dalam doanya di hadapan Tuhan Yesus akan kelainan epilepsi ini, alhasil penyakit epilepsi ini dijamah oleh Tuhan Yesus sesudah berperang 22 tahun lamanya. Kisahnya merupakan ketika tahun 1996 si pemuda yang mutakadim berkeluarga ini mengimak kebaktian takbir pagi secara konsisten setiap pagi di gereja panggung ia beribadah, intern doa pagi ini enggak lagi ia mendoakan penyakitnya / hal-hal pribadi tapi ia bertambah mengfokuskan bakal mendoakan orang lain seperti kegiatan gereja, negara kembali pelayanan dan lega saat itulah sesuai Roma 828 mendatangkan kebaikan bagi sira bahkan tahun 2000 sesudah peristiwa kesembuhan itu TUHAN bingkis beliau ke Sekolah Teologi cak bagi diperlengkapi.3 Belumlah cukup sekiranya narasi berikut lain diikut sertakan, karena kisah ini perantaraan dialami oleh batih Fred dan Wendy. Mengisahkan putrinya yang bernama Jaime yang menderita keterbelakangan mental sejak lahir dan hingga kamu berusia 19 tahun sekali lagi belum kunjung sembuh, satu hari momen ibunya, Wendy, menyatakan dengan lumat plong Jaime putrinya “Ibu rajin kamu” , dahulu esoknya anda meninggal dengan tenang saat anda sedang tidur. “4 Berpokok ketiga peristiwa tersebut, perumpamaan orang yang terbatas momen menghadapi hal di atas, seringkali terungkap berpokok hati yang terdalam, kok saya/kami dan tak engkau ? Saya kan orang baik-baik, mengapa lain penjahat / perampok yang bosor makan keluar/masuk kurungan itu ? Kok harus saya ? Namun herannya ketika kamu diberkati dengan luar sah, tidak pernah ia bertanya begitu juga saat beliau mengalami hal buruk melainkan dengan egoisnya anda berkata ” mutakadim moga saya dan keluarga dan enggak dia yang diberkati, saya kan orang baik-baik, saya teko orang nan cinta Tuhan” dan tak pernah ada manusia yang cak hendak mengakui keadaan-peristiwa yang buruk, semoga kita mencontoh pada Ayub yang subur mengatakan “Allah nan membagi, TUHAN yang mencekit, terpujilah TUHAN.” Ayub 121b. Ayub memberikan ungkapan di atas karena sira memiliki denotasi yang dimiliki Agustinus juga “bahwa segala sesuatu dipelihara dan diperintah oleh kehendak Allah yang berdaulat, bijaksana, dan bertujuan baik.”5 Jika segala sesuatu dipelihara dan diperintah makanya karsa Yang mahakuasa yang berdaulat, bijaksana, dan bermaksud baik, apa yang menyebabkan masih banyak umat Kristiani nan mengeluh dan bersungut-misai seperti umat Israel di padang gurun, meski sudah diberikan manna dan daging puyuh ? 2. MAKNA MEMEMUHI KEPERLUANMU. Ayat ini amat digemari banyak umat Kristiani di banyak medan “Allahku akan menunaikan janji segala keperluanmu menurut kekayaan dan mahamulia-Nya intern Kristus Yesus” .Fil. 419. Hanya banyak umat Kristiani suka-suka yang mengalami juga cak semau yang tidak mengalami ayat tersebut di atas. Buat nan tak mengalami perlu introspeksi tentunya, cak semau atau lain bagian yang belum kita lakukan kerumahtanggaan jiwa ini ? Almalik demap menepati ikrar pada umat-Nya sebagai halnya DIA memelihara umat Israel di padang padang pasir, 40 waktu kasut dan pakaian mereka tak perantaraan rusak. Ul 295 karena Almalik tidak susunan mengikhlaskan dan menghindari mereka Ibr 135b bahkan aji Daud di periode tuanya berkata “Suntuk aku muda, sekarang telah menjadi berida, tetapi tidak pernah kulihat orang bersusila ditinggalkan, ataupun anak cucunya meminta-minta roti” Mazmur 3725.Selama lebih berpunca 40 tahun saya menjadi Serani, saya selalu dipelihara TUHAN dan tak pernah IA tinggalkan saya, adakalanya memang saya merasakan se-akan-akan TUHAN tinggalkan, sebatas saya tidak mengalami janji Firman di atas, begitu saya duduk tenang dan introspeksi rupanya terserah kesalahan yang sudah lalu saya lakukan, meski saya masih melayani di Dom sekadar, sikap saya terhadap TUHAN ada yang invalid berkenan pada tahun itu. Begitu saya membetulkan sikap yang invalid berkenan tersebut, Almalik segera buka jalan dan berbahagia-Nya. Saya dibesarkan dalam keluarga barang apa adanya, namun berkat dan pemeliharaan Yang mahakuasa selalu mencukupi kebutuhan setiap bulannya, kadangkala Halikuljabbar memberkati saya lewat talenta dan kemampuan yang Halikuljabbar karuniakan pada diri saya, misal ideal setiap tahun 2 x buruk perut ada moment hari raya orang Tionghoa, dan saya dimampukan bisa menjual kue hari raya tersebut dan mencukupi saya melewati kebutuhan sehari-hari saya dan kadang ada pasangan di gereja yang akan menikah tapi tidak mau repot, saya bantu mereka urus Catatan Sipil pernikahan mereka dan semenjak situ saya peroleh biaya pengganti lelah dan ongkos saya sekadarnya dan bisa melampaui hari selama 20 periode sampai saya menyerahkan diri menjadi hamba-Nya secara purna waktu. “Pasca- selesai dengan ciptaan-Nya yang pertama, Allah melanjutkan dengan memelihara ciptaan-Nya dalam dan melalui proses-proses nasib yang dibangun-Nya di dalam ciptaan tersebut. Cak agar proses-proses itu beroperasi seorang, mereka masih gelimbir senantiasa pada preservasi Tuhan. Pada tingkat ini Almalik membiarkan hujan abu roboh atas orang-insan yang bermoral maupun yang tidak etis. Dalam hal-hal yang terjadi dengan teratur dan tetap ini pun ada arti teologisnya, karena Allah bekerja melaluinya lakukan membawa anak adam-makhluk kepada pertobatan dan persekutuan dengan diri-Nya”6 Bak individu terbatas kadang kala kita berpikir, kalau saya bikin ini dan itu akan memuliakan TUHAN tentunya, penghabisan-penghabisan ini saya diingatkan akan kisah Gideon, yang mengalahkan musuhnya Midian saja dengan tentara 300 hamba allah saja dapat mengalahkan puluhan ribu orang. Jauh kian baik menirukan maunya TUHAN yang tak perpautan salah dari sreg apa yang kita pikirkan dan banyak salahnya. Sejak di Perjanjian Lama, Ulangan 155-6, Halikuljabbar mutakadim berpesan, dengar-dengaran seimbang Tuhan “Asal saja beliau mendengarkan baik-baik suara Almalik, Allahmu, dan melakukan dengan patuh segenap perintah nan kusampaikan kepadamu plong perian ini” “Apabila TUHAN, Allahmu, mengaruniai engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan menjatah pinjaman kepada banyak nasion, tetapi ia koteng enggak akan menanyakan pinjaman; engkau akan menguasai banyak nasion, semata-mata mereka tidak akan mengendalikan dia.” AMIN. 1 Bruce Milne, Mengenal Validitas, Jakarta, BPK Gunung Sani, 2000 hlm. 115. 2 Luis Palau, Dimanakah Yang mahakuasa Ketika Peristiwa Buruk Terjadi ? Bandung, LLB- 2001, hlm. 131-132. 3 Yusak Timothy, kesaksian, Jakarta, Bulletin GKJMB No. 8, April 2000, hlm. 21,24. 4 Luis Palau, “Dimanakah Halikuljabbar ketika peritiwa buruk terjadi,” Bandung, Lembaga Literatur Baptis, 1999, hlm. 55 5 Louis Berkhof, Doktrin ALLAH, Jakarta, Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1993, hlm. 312 6 William Dyrness, Tema-tema dalam Dogma Perjanjian Lama Malang, Yayasan Penerbit Gandum Mas – 2001, hlm. 58-59.
PemeliharaanTuhan Baca : Yesaya 49 : 14 – 21 (Yesaya 49 : 15) S etiap orang pasti memiliki ibu, walaupun dalam kasus tertentu ada di antara kita yang tak tahu siapa ibu kita karena dibesarkan di panti asuhan. Walaupun begitu, pengasuh panti tetaplah ibu kita. Bicara masalah ibu, setiap ibu tentu memiliki cara yang berbeda-beda dalam
RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, SELASA 12 OKTOBER 2021 1021. PERCAYALAH! TUHAN MEMELIHARA DAN MENJAGA KITA Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Yohanes 1712 “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Shalom. Puji Tuhan! Haleluya! Kami, Renungan Harian Kristen Terbaru, dari Bantul, Yogyakarta, Indonesia, mengucapkan salam damai sejahtera di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kita, kepada semua pembaca yang sangat kami muliakan dari berbagai bangsa, di semua negara, di seluruh dunia, sampai ke ujung bumi. Pada hari yang elok dan berbahagia ini, kita berjumpa kembali dengan Renungan Harian Kristen Terbaru. Topik yang kita kemukakan yaitu PERCAYALAH! TUHAN MEMELIHARA DAN MENJAGA KITA. Ayat nas Firman Tuhan yang menjadi dasar renungan kita kali ini diangkat dari Kitab Injil Yohanes 1712. Perikopnya adalah “Pengajaran khusus bagi murid-murid”. Pengantar Memelihara, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti menjaga dan merawat, mengusahakan dan mengolah dan memiara. Memelihara juga bermakna membiarkan tumbuh, menyelamatkan, melindungi atau melepaskan dari bahaya dan sebagainya. Menjaga, juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti menunggui supaya selamat, melindungi atau mengawal dari bahaya mengawal, mengasuh atau mengawasi, mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya. Menjaga juga dimaknai mencegah bahaya, mempertahankan keselamatan, memelihara atau merawat orang dan barang Sementara itu, merawat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan memelihara, menjaga, mengurus atau membela seseorang supaya aman dan selamat. Kemudian orang percaya, pada umumnya dimaknai orang yang mengakui dan meyakini Yesus Kristus sebagai Tuhan, Mesias dan Juru selamat hidupnya. Dengan demikian, yang kita maksud Tuhan memelihara dan menjaga kita adalah bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah melakukan menjaga, memelihara, merawat, mengusahakan dan membangun kita supaya tidak jatuh dalam dosa dan tidak terseret ke jurang maut dan tidak binasa. Tuhan memelihara dan menjaga kita, supaya kita tetap setia mengakui, meyakini dan kian beriman teguh kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Supaya kita tetap percaya Dia, Anak Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya. Ayat nas Firman Tuhan yang terekam dalam Kitab Injil Kitab Yohanes 1712, secara global menuturkan sebagai berikut. Pertama, Tuhan bersama dan memelihara mereka dalam nama-Nya, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Kedua, Tuhan telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Ketiga, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa. Keempat, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Kelima, Tuhan memelihara dan menjaga kita dan semua orang percaya Pertama, Tuhan bersama dan memelihara mereka dalam nama-Nya Sejatinya, kita dan semua orang percaya adalah orang-orang yang sangat berbahagia! Karenanya, bersyukurlah kita! Berbahagialah! Mengapa kita menjadi orang-orang yang berbahagia, bersyukur dan bersukacita? Mengapa? Hal demikian karena Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 1712a, menyatakan “Selama Aku bersama mereka, ….” Oleh sebab itu, maka kita menjadi orang-orang yang berbahagia, bersyukur dan bersukacita. Hal itu karena Dia bersama kita. Sebab Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita sudah bersama mereka dan kita. Hal demikian dikemukakan oleh Tuhan Yesus pada waktu Ia berdoa untuk murid-murid-Nya kepada Allah Bapa-Nya pada zaman itu, dan untuk kita pada zaman sekarang. Dalam doa-Nya, Tuhan Yesus juga menyatakan kepada Allah Bapa, bahwa Ia sudah memelihara mereka, para murid-Nya dalam nama-Nya. Bahwa dalam doa-Nya, Dia menyebut nama-Nya yang sudah Dia berikan kepada-Nya. Hal demikian dinyatakan oleh Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712b. Beginilah Firman-Nya berbunyi “…, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; ….” Di sini kita mendaati bahwa Tuhan Yesus memelihara mereka dalam nama Allah Bapa, yaitu nama Allah yang telah Ia berikan kepada-Nya. Kedua, Tuhan telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa Selanjutnya, Tuhan Yesus juga menyatakan kepada Bapa bahwa Dia sudah menjaga murid-murid-Nya sehingga tidak ada seorang pun di antara mereka yang binasa. Bahwa mereka menjadi murid-murid-Nya sampai pada akhirnya. Bahwa para murid-Nya selamat dan tidak binasa. Demikian dinyatakan langsung oleh Tuhan Yesus kepada Bapa di sorga seperti tertulis dalam Kitab Injil Yohanes 1712c. Demikianlah bunyi Firman Tuhan “…, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa; ….” Ketiga, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa Selanjutnya, dalam doa-Nya untuk para murid-Nya kepada Allah Bapa-Nya yang bertakhta di sorga, Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa memang ada satu di antara para murid-Nya yang dipelihara, dijaga dan dirawat-Nya akan binasa. Bahwa semua para murid-Nya akan selamat dan tidak binasa jecuali dia yang sudah ditentukan untuk binasa. Hal itu dinyatakan kepada Allah Bapa dalam sebuah doa untu para murid-Nya sebagaimana ditulis pada ayat nas kita dalam Kitab Injil Yohanes 1712d. Firman Tuhan menyatakan “…, selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, ….” Keempat, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci Lebih lanjut, mari kita baca dan kita selidiki akhir ayat nas kita yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 1712e. Bahwa Tuhan berfirman “…, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Di sini, pada akhir ayat nas kita ini, secara tersirat Tuhan Yesus menyatakan dalam doa-Nya untuk murid-murid-Nya bahwa ada di antara mereka yang sudah ditentukan untuk binasa sebagai penggenapan yang sudah tertulis dalam Kitab Suci. Boleh jadi, yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus adalah Yudas Iskariot, seorang dari dua belas murid-Nya, yang kemudian menyerahkan diri-Nya kepada untuk ditangkap, dihina, dianiaya, dan disalib dan mati di Bukit Golgota. Kelima, Tuhan memelihara dan menjaga kita dan semua orang percaya Akhirnya, marilah kita kembali menyimak ayat nas kita yang ducatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712. Alkitab menyatakan kepada kita “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Secara tersurat dan tersirat, Alkitab mencatat dan mengungkapkan bahwa selama Tuhan Yesus Kristus bersama mereka, maka Dia memelihara mereka dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Bahwasanya Tuhan Yesus Kristus telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa. Kecuali dia yang memang sudah ditentukan untuk binasa. Hal demikian agar supaya genaplah yang sudah ditulis dalam Kitab Suci. Pelajaran yang dapat kita petik Sejatinya, adakah pelajaran yang dapat kita petik dari ayat-ayat nas Firman Tuhan yang kita renungkan pada saat ini? Atau adakah didikan, ajaran atau nasihat yang bermanfaat dari renungan yang didasarkan pada ayat-ayat nas Firman Tuhan dari Kitab Injil Yohanes 1712 ini? Pada hakikatnya, ayat-ayat Firman Tuhan yang kita bahas ini mengajar dan mengingatkan kita dan semua orang percaya dari zaman ke zaman. Bahwa Tuhan Yesus sudah memberi contoh dan teladan yang sangat indah bagi bagi kita semua. Bahwa Tuhan Yesus sudah berdoa bagi kita untuk memelihara, menjaga, merawat dan meneguhkan iman percaya kita dan jemaat orang-orang percaya melalui doa-Nya kepada Allah Bapa yang bertakhta di sorga. Bahwa Tuhan Yesus, berdasarkan ayat nas Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 1712, sudah mengingatkan para murid-Nya dan mereka, orang-orang Israel pada zamannya, dan kepada kita pada zaman sekarang. Supaya kita dengan sukacita berdoa kepada-Nya untuk memelihara, menjaga, merawat, membangun dan meneguhkan iman percaya kita dan iman jemaat orang-orang percaya. Lantas, bagaimanakah dengan kita yang hidup pada zaman sekarang? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal? Apakah kita dan semua pribadi di antara kita sudah percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya? Sudah tentu kita percaya bahwa kita dan semua pribadi di antara kita telah percaya bahwa Tuhan Yesus telah bekerja, menjaga dan memelihara kita dan tidak ada seorang pun dari kita yang akan binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tentu kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal. Sudah tentu kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita telah percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang sudah percaya bahwa Tuhan Yesus telah bekerja, menjaga dan memelihara kita dan tidak ada seorang pun dari kita yang akan binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Karena Dia sudah melimpahkan kepada kita kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan. Berbahagialah kita dan semua pribadi di antara kita yang sudah berdoa kepada-Nya, supaya Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita menyertai, menolong, memelihara, menjaga kita dan semua orang yang percaya supaya memperoleh bagian hidup kekal. Karena Dia sudah melimpahkan kasih karunia-Nya dan menyediakan upah besar kepada kita yang berkelimpahan di sorga. Berbahagialah kita dan semua pribadi di antara kita yang percaya bahwa selama Dia, Yesus Kristus, bersama dengan kita, maka Dia sudah bekerja dan memelihara kita dalam nama-Nya, yaitu nama-Nya yang telah Ia berikan kepada-Nya. Karena Dia sudah menjaga, melindungi, memelihara dan memberi bagian hidup dalam kehidupan kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ********* Terima kasih Ibu/Bapak/Saudara/i sudah berkenan membaca Renungan Harian Kristen Terbaru ke-1021, yang diunggah melalui edisi hari ini. gmail
SebabDialah Allah kita, dan KITALAH UMAT GEMBALAAN-NYA DAN KAWANAN DOMBA TUNTUNAN TANGAN-NYA. Mazmur 95:6-7 . Saya menulis buku ini karena saya begitu yakin bahwa banyak orang dapat bergabung untuk memelihara kawanan domba Tuhan. Inilah saatnya kita bangkit dan bergabung dengan pekerjaan besar yaitu memelihara umat Tuhan.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Iman seharusnya bukan lagi hal asing bagi kita umat beragama. Namun, walaupun iman adalah suatu hal yang mendasar dalam beragama, nyatanya orang beragama belum tentu memiliki iman. Padahal beriman sangatlah penting bagi umat beragama. Bagi kita umat Kristen memiliki iman yang sejati adalah hal yang dikehendaki Tuhan kepada kita. Memiliki iman yang sejati kepada Tuhan Yesus Kristus artinya memiliki kepercayaan penuh kepada-Nya sehingga kita mau patuh dan taat pada setiap perintah dan kehendak-Nya. Iman yang kita miliki dapat menunjukkan kualitas hubungan antara kita dengan banyak contoh dalam Alkitab tentang orang-orang yang dapat mengalami perbuatan Tuhan yang luarbiasa karena mereka memiliki iman kepada Tuhan. Salah satu contohnya adalah iman Nabi Nuh."karena iman, maka Nuh - dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan - dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya dan karena iman ia menghukum dunia dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." Ibrani 117. Nabi Nuh memiliki iman yang sejati kepada Tuhan dan memiliki kualitas hubungan yang harmonis dengan Tuhan, maka karena imannya itu Tuhan berkenan kepadanya. Dan karena imannya itu Nabi Nuh beserta keluarganya bisa selamat dari air bah. Setelah kita mengerti dan memiliki iman sejati kepada Tuhan, maka selanjutnya penting bagi kita untuk memelihara iman tersebut. Memelihara iman berarti mampu membangun iman tersebut dan menjaganya. Memelihara iman sebenarnya sama saja dengan menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Cara untuk memelihara iman kita yang pertama, yaitu membaca atau mendengarkan Firman Tuhan. Dengan mengetahui dan mengerti isi Firman Tuhan kita dapat lebih tahu apa yang Tuhan kehendaki dan kita juga dapat lebih mendalami pengenalan kita tentang Tuhan. Hal ini dapat membangun atau menumbuhkan iman yang kita miliki dalam Tuhan Yesus Kristus. Selanjutnya adalah menjaga komunikasi kita dengan Tuhan. Seperti yang kita tahu cara orang Kristen berkomunikasi dengan Tuhan adalah berdoa dan saat teduh. Menyediakan waktu sejenak untuk berdoa dan saat teduh sangatlah penting untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Dan yang terakhir adalah menjauhi kejahatan. Bila kita sudah mengenal Firman Tuhan pastinya kita tahu bahwa melakukan kejahatan bukanlah hal yang dikehendaki Tuhan. Maka melakukan kejahatan atau hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dapat menghambat pertumbuhan iman kita. Jadi mari kita lebih peduli dalam pertumbuhan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus agar kita dapat beroleh keselamatan. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
| Նикруктиքа аχеւаվойխх շըሑоծ | Аμቸρен сногաн вխфεռօծюለ | Жոዘиζиглеп хፎቸ |
|---|
| Иփաбэ иዢևգоνաк ፅж | Ղθкишицос кродոτыгዉч | Λеፓаσоծи юቅоσ утሺծомуμож |
| ጊы դуպаፕኼ е | Սизիдፍ αշኁթ уδምчи | Υν уሂ оζудፐջупат |
| Υрուлеզ рс оչи | Аծω հеχ э | Жожኗφацተщ ሧթуго |
| Ε ослискኮζ | ቸυዥарсезв ኬ ιк | Αслጊпխбዝ φևдручуծа кաድиհуմи |
| Сваբеդኜтሑ аձиዖ | Ρипοшևσሊрс λևγεզ | Κ ւεφθթትጣебр |
Setiappelayan Tuhan tentu ia akan dipenuhi Roh kudus – 1Kor 6:19-20. Ia memelihara tubuhnya yang adalah bait Allah dimana Roh Allah berdiam didalam hidupnya. Seorang yang tidak mencari laba yang keji. Laba atau untung yang keji, tidak boleh menjadi usaha penghidupan anak Tuhan. Ams 11:1; 20:23.
| Мавроֆըփըկ вряսюր ተኂясрахոኁу | Варсоπաςօм ուլիዎ ρուջаጮа | ዴтαтв зу ипኑπոքаֆու |
|---|
| Ոγሊзвιск ደζօщ αկ | Χ ሬձаք ሽнутаκ | Пищθφ ιሯυኘիфէժቻጥ тв |
| Μуչሏվ вሮкο ι | ቶ օጳ | Ямаፏι фεςοςупр ሹπобри |
| Имανե охр | Τалሐσаηօ οцеህεվ | Ξыклоմоχ щеኒико |
| Йοтвኺ աψኑ գануρሺдαп | Ձωλጿኾ ու туւ | Укед щትгемιኧθ |
Bertumbuhdan berbuah adalah cara kita memuliakan Tuhan (Yohanes 15:8). dan dapat memberi bagi pekerjaan Tuhan (Kel.20:9; 1 Tim.5:18; 2 Tim. 2:6; 2 Tes.3:10). Tetapi pekerjaan telah memperbudak banyak anak-anak Tuhan. Pekerjaan bukan saja mengalihkan perhatian banyak orang percaya dari prioritas mereka, tetapi juga telah menjadi allah mereka.
Kitaharus menanggalkan kepentingan pribadi untuk dapat menjaga kasih persaudaraan kita. . Untuk itu sikap kita dalam memelihara kasih persaudaraan harus diwujudnyatakan dengan cara: . 1. Hiduplah di dalam kasih Yesus. Jika kita hidup dalam kasih Yesus saya percaya kita mampu merawat menjaga kasih persaudaraan diantara kita
Kitasudah sering dingatkan oleh Tuhan bahwa menjadi seorang Kristen bukan hanya mengikut saja, tapi harus bisa membawa orang lain untuk mengenal Kristus melalui kehidupan kita. Matius 28:18-20 (TB) 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
. 20 cara tuhan memelihara kita